Kamis, 18 Oktober 2012

Pesantren dzikir Al-fath dengan HKTI dan KTNA Sukabumi Menyelenggarakan Sosialisasi Program Pertanian Integrated Farm and Education yang di sampaikan oleh DR. Muhammad Fajar Laksana, SE.,CQM.,MM selaku pimpinan Pesantren Dzikir Al-Fath, yang mana dalam Sosialisasi tersebut beliau menjelaskan bagaimana Integrated Farm and Education bisa terjalin dan terhubung dengan baik, dimulai dengan penjelasan mengenani program yang sudah ada dan berjalan seperti Program IDB3 (Investasi Domba Beramal Berkelanjtan) yaitu program dimana orang membeli sejumlah domba dan di investasikan ke peternakan pesantren dzikir al-fath, yang dimana orang tersebut dapat berkurban setiap tahun tanpa membeli, kemudian program T2D (Tebar Ternak Domba) yaitu program dimana pesantren/lembaga menyediakan pendidikan gratis perguruan tinggi STIE-STMIK PASIM dan Pesantren Kepada keluarga atau orang yang tidak mampu, dimana akan di berikan ke pada orang tuanya domba untuk di urus hingga memiliki anak domba, disisi lain, anak tersebut akan mendapatkan pendidikan gratis, T2D sendiri di berikan kepada anak SISWA/I yang masih kelas 3, mereka megurus domba tersebut, setelah lulus SLTA mereka akan mendapatkan pendidikan gratis pula, anak Tersebut termasuk dalam kategori Beasiswa KSB2 (Kuliah Sambil Beternak Berkelanjutan).

Program-program yang berkaitan dengan program IFE yang lain antara lain, membangun Sistem Biogas perumahan yang di maksudkan untuk menghemat biaya pengeluaran bahan bakar untuk memasak, dan untuk keperluan Listrik.

IFE mencakup Peternakan Domba, pembudidayaan ikan lele sangkuriang, pembudidayaan tanamah sayur, dan yang terakhir adalah pembudidayaan tanaman obat herbal, semua yang tenaga ahli yang termasuk ke dalam IFE ini, sudah memiliki pengalaman dan bersertifikat untuk pengembangan IFE di masa mendatang.

Pada akhirnya Pesantren Dzikir Al-fath akan menjadi pesantren Percontohan sebagai konsep Lingkungan Mandiri yang tidak memiliki ketergantungan, sehingga beberapa waktu lalu Pesantren Dzikir Al-Fath mendapat penghargaan Pemangku ketahanan pangan Jawa barat yang di berika langsung oleh Gubernur Jawa Barat Bapak. Ahmad Heryawan.